Juara 1 Lomba Artikel RAT Kop. DT ke 24 oleh admin


Posted on 2019-03-22 16:19:15



Muslim Berdaya bersama Koperasi Syariah

(Peran Koperasi Syariah dalam Memajukan UMKM)

Oleh : Sitatur Rohmah

 

“Allah memusnahkan riba dan menumbuhkembangkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa” (QS Al Baqarah ayat 276).

 

Petikan ayat diatas menjadi dasar ditulisnya gagasan mengenai peran koperasi syariah dalam memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM yang mempunyai beberapa ciri, dintaranya adalah jenis barang atau komoditi usaha yang belum tetap, demikian juga dengan tempat usaha yang masih berpindah-pindah atau belum tetap. Dari sisi permodalan, UMKM kebanyakan masih terbatas, bahkan masih bercampur dengan uang belanja harian.

Dari aset yang dimiliki pun, masih terbilang kecil, sekitar  Rp.50 hingga Rp.100 juta. Kondisi ini masih ditambah pula dengan terbatasnya Sumber Daya Manusia pelaku UMKM dan rendahnya tingkat pendidikan mereka. Maka wajar jika kemudian akses ke dunia perbankan yang bisa mendukung berkembangnya usaha menjadi terbatas. Jika ada lembaga keuangan yang membantu, masih terbatas pada lembaga non bank yang terkadang memiliki aturan yang memberatkan.

 

Dari sekian banyak lembaga keuangan non bank yang aman bagi pelaku UMKM adalah koperasi, khususnya koperasi syariah.

Alasan yang paling mendasar bahwa koperasi syariah adalah pendekatan kerjasama bidang usaha dengan meneladani perilaku ekonomi yang dilakukan Rasulullah SAW, atau dengan sistem syariah sesuai dengan ketentuan Islam.

Bentuk kerjasama yang dilakukan antara pelaku UMKM dengan koperasi berbeda dengan lembaga keuangan bank. Perbedan ini tidak hanya pada nama bentuk kerjasamanya saja, tetapi juga pada sistem yang berlaku. Koperasi syariah tentu saja memakai dasar Al-Qur’an dan Hadits dalam membuat sistem yang mendasari kerjasama dengan pelaku UMKM. Yang utama adalah meniadakan riba, karena riba adalah salah satu dari 7 dosa besar yang akan membinasakan (HR. Bukhari, no. 3456; Muslim, no. 2669)

Lebih jelasnya, berikut ini adalah lima hal penting dari peran koperasi syariah dalam memajukan UMKM

  1. Menghilangkan Riba

Bank (konvensional), sebagaimana tertulis dalam Fatwa MUI No. 1 Tahun 2004, adalah salah satu contoh praktek pembungaan uang yang hukumnya haram. Koperasi syariah berperan penting dalam membantu pelaku UMKM untuk menghindari riba dengan cara membantu usaha mereka dengan bentuk kerjasama berdasarkan syariat Islam.

      2. Membatasi Ruang Gerak  Bank Keliling.

Salah satu alasan pelaku UMKM masih terjerat kerjasama dengan lembaga keuangan non syariah adalah kemudahan akses pada penyedia pinjaman meskipun pada kenyataannya sangat memberatkan. Untuk membatasi ruang gerak “Bank Keliling” ini, Koperasi syariah diharapkan bisa manjangkau semua lapisan masyarakat. Keberadaan kantor atau petugas diharapkan dekat dengan masyarakat, baik secara fisik (keberadaan kantor) maupun secara personal petugas koperasi dengan para pelaku UMKM. Perlu dicatat bahwa terkadang yang menjadi alasan terjalinnya sebuah kerjasama (akad) adalah alasan kedekatan (personal/ emosional).

 

     3. Gerakan Muslim Berdaya Tanpa Bank

Koperasi syariah berperan penting dalam gerakan pemberdayaan ekonomi umat Islam. Jika Keberadaan Koperasi Syariah bisa secara maksimal membantu lancar majunya usaha UMKM maka pelan tapi pasti umat Islam akan berdaya dan kuat secara ekonomi. Bank biasanya menyediakan dana cukup besar untuk membantu memajukan usaha UMKM, meskipun konsekuensi yang ditanggung jauh lebih besar dari pinjaman modal yang didapat. Peran Koperasi Syariah dalam membantu permodalan UMKM, barangkali tidak sebesar Bank, tetapi nilai ibadah dan keberkahannya menjadi tujuan utama. Ini jauh lebih utama daripada jumlah secara rupiah. 

 

    4. Memberdayakan Kaum Duafa dengan Kegiatan Usaha.

Memberikan satu kail adalah lebih baik dibandingkan memberi seekor ikan setiap hari. Peribahasa ini mengandung niat mengentaskan kaum duafa dengan memberikan kesempatan untuk membuka usaha. Bantuan berupa barang atau uang untuk memenuhi kebutuhan pokok memang diperlukan. Bantuan berupa kesempatan melakukan usaha akan membuat kaum duafa mampu melepas label duafa menjadi merdeka dan berdaya.

 

    5. Kekuatan Ekonomi Masyarakat, dari Kita untuk Kita.

Sebagaimana kutipan ayat pada awal tulisan ini, bahwa Allah akan menumbuhkembangkan sedekah. Dengan cara inilah Allah akan memusnahkan riba dari muka bumi. Semangat bersedekah dari umat Islam (terutama) untuk umat Islam, akan mampu menciptakan kekuatan ekonomi masyarakat sesuai syariat islam.

Dengan demikian, nilai-nilai syariah dari koperasi syariah sebagaimana juga meneladani nilai yang diajarkan Rasulullah bisa terwujud. Nilai yang terkandung dalam koperasi syariah seperti shiddiq atau jujur, istiqamah atau berkomitmen, tabligh atau transparan, amanah atau memiliki reputasi yang baik, fathanah atau berkompeten, ri’ayah yang mencerminkan semangat solidaritas, empati dan Mas’uliyah yang mencerminkan responsibilitas yang baik.

Selanjutnya, kedepan diharapkan meningkatnya kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian yang berkeadilan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam sebagai tujuan dibentuknya koperasi syariah bisa tercapai.

 

 

 

Profil Penulis :

Sitatur Rohmah, atau biasa dipanggil Sita adalah ibu empat putra putri yang kini tinggal di Solo. Menulis adalah pekerjaan yang dilakukan disela-sela mendampingi putra putrinya yang kini beranjak remaja. Menulis bagi Sita ibarat menebar benih kebaikan yang nantinya diharapkan tumbuh dan berkembang memberikan manfaat bagi banyak orang. Kiprahnya dalam dunia literasi bisa dinikmati dalam banyaknya artikel yang sudah dimuat di media online, dan beberapa buku antologi non fiksi.  Saat ini, Sita sedang menyelesaikan pembuatan buku solo dengan tema parenting. Jika ingin lanjut mengenal Sita dapat menghubunginya melalui

Email     : sitatur@gmail.com

WA         : 085105016441

FB           : @sitatur.


Kirim Komentar

gambar

Komentar


LET'S SHARE & COMMENT